Mengapa Medali Emas Tidak Selalu Terbuat dari Emas? Ini Penjelasan Lengkapnya

14 Juli 2026 - Kategori Blog

Banyak orang mengira medali emas selalu dibuat dari emas murni. Faktanya, dalam praktik modern—termasuk Olimpiade—medali emas tidak sepenuhnya terbuat dari emas. Hal ini dilakukan demi efisiensi biaya tanpa menghilangkan nilai simbolisnya.

Medali emas modern umumnya menggunakan perak murni 92,5% sebagai bahan dasar, kemudian dilapisi emas murni sekitar 6 gram. Teknik pelapisan ini dikenal sebagai sepuh (plating). Hasilnya, medali tetap tampak mewah dan sesuai standar internasional, namun lebih realistis dari sisi produksi massal.

Hal serupa juga berlaku untuk medali perak dan perunggu. Medali perak biasanya terbuat dari perak 925 atau logam campuran yang dilapisi perak, sementara medali perunggu dibuat dari campuran tembaga dan logam lain yang menghasilkan warna cokelat kemerahan khas.

Secara visual, warna emas, perak, dan perunggu telah menjadi bahasa universal dalam dunia kompetisi. Emas melambangkan pencapaian tertinggi, perak untuk posisi kedua, dan perunggu untuk posisi ketiga. Standar ini digunakan dalam olahraga, wisuda, lomba akademik, hingga penghargaan perusahaan.

Dari sisi spesifikasi, medali standar umumnya memiliki diameter sekitar 6 cm, ketebalan 1–2 mm, dan dapat dikustomisasi dengan logo, tulisan, atau nama acara. Banyak produsen menawarkan desain gratis dengan minimal pemesanan tertentu.

Dengan sistem sepuh, penyelenggara acara dapat menghadirkan medali berkualitas tinggi, tampilan profesional, dan nilai simbolis yang kuat tanpa harus menggunakan logam mulia murni sepenuhnya.

, , , , , ,